Home / AUTOMOTIVE / Aturan Yang sering Dilanggar Oleh Pengemudi Kendaraan Bermotor

Aturan Yang sering Dilanggar Oleh Pengemudi Kendaraan Bermotor

 

Aturan Yang sering Dilanggar Oleh Pengendara Kendaraan Bermotor– Aturan merupakan sesuatu yang harus diingat, ditaati , dan dilaksanakan. Jika melanggar maka akan mendapatkan sanksi. Aturan sudah melekat didalam hidup kita bahkan sejak lahir.

Namun, bagi beberapa orang, *termasuk saya* menganggap bahwa aturan itu tidak sah jika tidak ada yang melanggarnya..hehehe.

Namun, jika terlalu sering melanggar suatu peraturan itu sangat sangat tidak baik. Apalagi jika telah menjadi kebiasaan, adat, bahkan turun temurun :D.

Bagi para pengendara kendaraan bermotor, mematuhi aturan aturan merupakan suatu hal yang wajib. Karena, berkaitan dengan keselamatan pengendara itu sendiri.

Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan beberapa aturan yang telah sering atau menjadi kebiasaan bagi para pengendara kendaraan bermotor!.

1. Menelpon Saat Berkendara

Ini merupakan salah satu pelanggaran yang banyak dilakukan oleh pengendara kendaraan bermotor, baik mobil maupun motor. Banyak dari mereka memiliki alasan alasan yang kuat. Seperti “ini urusan penting” “darurat” atau “sudah terbiasa”. Namun, apakah dengan alasan tersebut dapat  menjamin keselamatan?.

Padahal, jika menengok dari peraturan, sebenarnya telah ada. Yaitu UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) melarang kegiatan berponsel saat berkendara karena bisa mengganggu konsentrasi.

Baca Juga : Ayo Kenali Sistem Keselamatan Yang Ada Di Dalam Mobil

Denda jika melanggar peraturan tersebut adalah ancaman sanksi pidana kurungan tiga bulan penjara atau denda maksimal Rp 750 ribu.

Namun, implementasi dari aturan tersebut memaang belum ketat. Jadinya orang orang masih pede untuk menelpon saat berkedara.

2. Tidak Menyalakan Lampu Sein Saat Ingin Berbelok

Entah mengapa, jika membahas mengenai hal ini yang selalu di benak kita adalah “ibu ibu”.

Namun, sebenarnya hal itu tidak pasti 100%, karena saya biasa mendapati pengendara yang “bukan ibu ibu” melakukan hal tersebut.

Bahkan saya sendiri pernah melakukannya “sewaktu masih belajar dan lokasinya bukan di jalan raya”. Hal ini bisa berakibat fatal apabila pengendara lain didekat kita.

Jika sobat masih belajar, ada baiknya membiasakan dulu menyalakan lampiu sein sebelum ke jalan raya.

Karena sebenarnya jika sobat telah terbiasa, maka lama lama akan menjadi kebiasaan yang sangat sangat baik. Baik itu bagi sobat, maupun pengandara lain.

3. Tidak Memasang Seat Belt

Ini merupakan pelanggaran yang  setiap hari saya lihat “dikota saya dan beberapa daerah lain”. Banyak dari pengendara mengaku belum terbiasa memakai seat belt. Jika sobat belum tahu, seat belt merupakan salah satu kunci dalam suatu sistem keamanan.

Berapapun AIRBAG yang tersedia di mobil sobat, jika tidak memakai seat belt maka bisa dikatakan hampir sia sia. Karena, AIRBAG hanyalah kantong yang disemprotkan gas nitrogen  dan bersifat sementara.

Yang berfungsi agar wajah anda tidak terkena serpihan. Bukan untuk menahan badan sobat. Apalagi bagi orang yang agak sedikit mungkin kira kira tidak kurus seperti saya :v.

4. Melewati Zebra Cross

Sebenarnya, di Indonesia Zebra Cross di sekitar lampu lalu lintas itu hampir tidak ada gunanya.

Namun, sebagai warga Negara yang baik, tentunya tidak melakukan pelanggaran walaupun hanya berupa pelanggaran sederhana.

Biasanya ini terjadi jika pengendara tersebut sedang terburu buru. Yah, seberapa mendesaknya urusan, tapi kita kan tidak boleh merampas hak pengguna jalan yang lain.

5. Belum memiliki SIM

Nah, ini merupakan pelanggaran yang sangat sangat sering ditemukan. Faktanya, 56% pelaku kecelakaan adalah pengendara yang tidak memiliki SIM. Artinya, lebih dari setengan kecelakaan tersebut adalah pengendara yang masih dibawah 17 tahun.

Karena, orang yang masih menginjak umur 18 tahun kebawah cenderung memiliki kondisi mental yang lemah. Jadi, belum bisa berfikir panjang terhadap hal yang dilakukannya.

Jadi, siapa yang masih berkendara padahal belum mencapai 17 tahun?

Siapalagi kalau bukan saya!

6. Tidak Memakai Helm

Entah mengapa banyak pengendara yang mengaggap jika helm merupakan alat agar tidak ditilang polisi. Padahal, helm adalah alat keselamatan yang sangat sangat penting, bagi saya maupun sobat.

Karena, helm melindungi bagian vital manusia, yaitu kepala.

Biasanya, saya menemukan orang yang tidak memakai helm di pedesaan. Dimana, populasi polisi disana sangat kurang.

Jujur, saya kadang ngeri melihat orang yang berkecepatan di atas 80km/jam namun tidak memakai helm.

Yang parahnya lagi, orang orang memakai helm hanya untuk style. Yaaa sebenarnya ini bukan hal yang salah.

Namun, beberapa helm yang mengutamakan style itu hampir melupakan fungsi utamanya. “saya tidak bilang semua”. Sedikit tips dari saya, gunakan helm yang melindungi 90% atau 100% dari kepala sobat!.

Menggunakan helm helm yang baik seperti helm half pace atau full pace adalah suatu pilihan yang bijak.

7. Menerobos Lampu Lalu Lintas Saat Waktunya Berhenti

Ini mungkin merupakan pelanggaran yang banyak memakan korban. Banyak sekali kecelakaan yang saya dengar bersumber dari pelanggaran ini. Alasan utama dari ini adalah terburu buru ataupun ingin menguji nyali..hehehe.

Baca Juga : Teknologi Pada Mobil Yang Dulu Dianggap Mustahil

Memang, ada selang waktu beberapa detik antara lampu merah dan hijau menyala. Namun harus diingat bahwa itu hanya terjadi beberapa detik, bukan menit.

Jadi, situasikan, jika memang lampu merahnya baru menyala, maka masih bisa menerobos.

Berdasarkan hitungan kasar, mungkin jarak antara kendaraan di sekitar 5 meter dengan kecepatan sekitar 40km/jam.

Sobat mesti ingat!. Ini hanyalah sebuah hitung hitungan kasar. Banyak kemungkinan yang dapat terjadi di lapangan.

Khusus untuk pemula yang baru pertama kali mengendarai sepeda motor di jalan raya, sebaiknya jika lampu sudah merah, maka jarak apapun sebaiknya berhenti, kecuali jika sobat faham betul alurnya.

Itulah tadi, beberapa Aturan Yang sering Dilanggar Oleh Pengendara Kendaraan Bermotor.  Saya harap dengan artikel ini nantinya akan bermanfaat kepada sobat!.

Terima Kasih telah mengunjungi blog ini!.

Kami Sangat Menghargai Komentar Dan Share Yang Anda Berikan

About Fadhil Muhaimin

Check Also

pengertian transmisi

Pengertian Transmisi Pada Motor dan Mobil Beserta Jenis Jenisnya

Pengertian Transmisi dan Jenis Transmisi – Salah satu komponen terpenting dalam mobil adalah transmisi. Merupakan komponen …

10 comments

  1. nah..iya gan ..betul sekali.. Apalagi yg nomer 2… Si ibuk ibuk… Ngeselin bangets deh pokoknya.. Apalagi klo lampu sein nya nyala ke kanan tp motornya malah dibelokin ke kiri.. Kalo ada apa apa malah nyalahin orang lain …dikatain lihat gak pakai mata kek atau kurang fokus dijalan kek.. Padahal yg salah siapa?? Yeah..itulah hebat nya para ibuk ibuk… Bikin kesel sih..tp ya gmana lagi..nama nya juga manusia…saling mengingatkan saja… Harus sabar juga..

  2. Sering nggak membawa helm mas, hehehehe, soalnya itu yg pertama kali yh dilihat polisi. G pake, ya di cek

  3. Kebiasaan buruk yang sering saya temukan kebanyakan pengendara menelepon. Selain itu ada juga yang lalai menghidupkan lampu sen saat berbelok. Lebih parah lagi lampu sen hidup tetapi tidak belok. Ini membuat bahaya bagi pengendara di belakangnya.

    • Yap! betul sekali. Yang paling bahaya sih menelpon…. kenapa nggak sekalian main game?..hehehe
      Terima Kasih telah berkunjung 😀

  4. Umumnya begitu mas, hehe. Menurut Saya yang paling membahayakan berkendara smbil mainin hp dan gak nyalain sein, bisa saja ujung2nya gk fokus nyrubut di zebra cross berabeh dah urusan

  5. Peraturan diatas sering saya lakukan, terlebih peraturan tidak boleh melewati garis zebra, sering sekali berada didepannya, mudah mudah an saja bisa berubah.

  6. Saya pribadi lebih banyak melihat pelanggaran yang no 6 karena banyak pengendara yang tidak mau memakai helm…kecuali bepergian yang ada polisinya…apakah harus setiap jalan dijaga polisi biar para pengendara ingat harus memakai helm,alat kelengakapan sepeda motor dsb?

  7. beberapa pelanggaran memang sering saya lakuka, kecuali pada point 7. mungkin belum ada nya keberanian saya akan resiko yg bisa diterima jika melanggar dan mendapatkan dampak nya. introspeksi diri nih untuk memperbaiki diri dari pelanggaran yg dilakukan bahkan sering hehe.

  8. pengemudi kadang tidak sadar bahwa pelanggaran yang mereka lakukan akan berbuah fatal bagi orang lain bukan hanya merugi diri sendiri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *